FOLLOW YUK !
0821-3665-3479

Blog

Keajaiban Pulau Komodo

Published on January 5, 2016 under Blog
Keajaiban Pulau Komodo

Mungkin kita sudah sering mendengar berbagai berita tentang Pulau Komodo. Apalagi tahun lalu pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara ini sempat masuk menjadi nominasi 7 Keajaiban Dunia Di sini kita bisa melihat 277 spesies hewan yang merupakan perpaduan hewan yang berasal dari Asia dan Australia. Selain itu, buat kita yang hobi snorkeling, di sini juga surganya ikan dan terumbu karang. Setidaknya terdapat 253 spesies karang pembentuk terumbu, 70 spesies sponge, dan 1.000 spesies ikan. Di sanalah tempat hidup dugong, hiu, 14 jenis paus, lumba-lumba, dan kura-kura.

Pulau Komodo adalah sebuah pulau yang terletak di Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau Komodo dikenal sebagai habitat asli hewan komodo. Pulau ini juga merupakan kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat. Pulau Komodo berada di sebelah timur Pulau Sumbawa, yang dipisahkan oleh Selat Sape.

Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Pulau Komodo merupakan ujung paling barat Provinsi Nusa Tenggara Timur, berbatasan dengan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Di Pulau Komodo, hewan komodo hidup dan berkembang biak dengan baik. Hingga Agustus 2009, di pulau ini terdapat sekitar 1300 ekor komodo. Ditambah dengan pulau lain, seperti Pulau Rinca dan dan Gili Motang, jumlah mereka keseluruhan mencapai sekitar 2500 ekor. Ada pula sekitar 100 ekor komodo di Cagar Alam Wae Wuul di daratan Pulau Flores tapi tidak termasuk wilayah Taman Nasional Komodo.

Selain komodo, pulau ini juga menyimpan eksotisme flora yang beragam kayu sepang yang oleh warga sekitar digunakan sebagi obat dan bahan pewarna pakaian, pohon nitak ini atau sterculia oblongata di yakini berguna sebagai obat dan bijinya gurih dan enak seperti kacang polong.

Pulau Komodo juga diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, karena dalam wilayah Taman Nasional Komodo, bersama dengan Pulau Rinca, Pulau Padar dan Gili Motang

Snorkeling Dan Diving Di Pulau Menjangan

Published on August 25, 2015 under Blog
Snorkeling Dan Diving Di Pulau Menjangan

Pulau Menjangan – Suka snorkeling dan diving? Nih salah satu tempat wisata di Bali yang wajib untuk dikunjungi buat para penelusur semua yang suka dengan wahana wisata bawah laut. Namanya adalah Pulau Menjangan yang terletak di Desa Sumber Klampok, Gerokgak, sekitar 55 km dari Kota Singaraja, Bali.

Kata ‘menjangan’ sendiri dalam bahasa Jawa artinya ‘kijang. Penamaaan pulau cantik ini berdasarkan pada keberadaan kawanan rusa liar atau kijang yang dapat dengan mudahnya kita temui. Bahkan para kijang tersebut sering berenang ke pulau itu menempuh jarak sejauh 1,2 mil setiap musim semi.

Jika para penelusur ingin pergi ke Pulau Menjangan, maka satu satunya transportasi yang ada untuk menuju Pulau Menjangan adalah dengan menggunakan perahu yang dikelola Taman Nasional Bali Barat yang merupakan perahu rakyat. Perahu ini berada di pelabuhan kecil bernama Labuhan Lalang yang merupakan alternatif utama menuju Pulau Menjangan dengan harga sewa Rp. 430.000 yang terletak di Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III.

Alternatif lainnya yaitu para penelusur dapat naik perahu dari dermaga kecil di Teluk Banyuwedang dan Teluk Terima, yang biasa digunakan untuk para umat Hindu yang ingin melaksanakan ibadah. Di Pulau Menjangan terdapat sekitar 8 pura, salah satunya yaitu Pura Segara Giri Dharma Kencana. Perjalanan perahu ke Pulau Menjangan membutuhkan waktu antara lebih antara 30 sampai 40 menit, semua itu tergantung pada cuaca dan beban perahu. Selama dalam perjalanan menuju Pulau Menjangan, para penelusur akan disuguhi indahnya pemandangan Teluk Brumbun dan beberapa gunung api di Jawa Timuryang tampak dari kejauhan. Untuk harga sewanya tergantung dari negoisasi antara penelusur dan juga sang pemilik perahu. Semakin para penelusur pandai menawar, maka akan mendapatkan harga yang sedikit miring.

Dengan hamparan pantai berpasir putih dan taman bawah laut beraneka warna, Pulau Menjangan adalah definisi sempurna dari keindahan alam bawah laut Bali bagian Barat. Selain itu air di Pulau Menjangan sangat jernih dengan suhu sekitar 25 derajat celsius. Pulau Menjangan sendiri memiliki kontur dasar laut yang menakjubkan karena bawah laut yang awalnya dangkal bisa tiba-tiba menjadi curam (drop off). Nah di dinding-dinding yang curam itulah banyak terdapat berbagai terumbu karang yang berwarna-warni seperti Millephora sp dan Acrophola sp.

Pulau yang dikenal sebagai wall diving terbaik di Bali ini memiliki taman bawah laut dengan visibility yang baik dan penuh warna sekaligus kaya akan biota laut. Pulau Menjangan dikelilingi terumbu karang dan formasi batuan yang kompleks. Formasi batuan tersebut membentuk sejumlah goa-goa besar dan kecil yang menjadi habitat bagi terumbu karang, karang lunak, Kerapu (dari Famili Serranidae, red.), dan juga Belut Moray (dari Famili Muraenidae, red). Sementara di goa-goa yang kecil, Kakap dan Batfish(dari Famili Ogcocephalidae, red.) banyak terlihat hilir mudik. Di dasar lautnya juga kaya akan Barrel Sponge (Xestospongia testudinaria, red.) dan Sea Fan (dari Ordo Gorgonacea, red.) yang berukuran sangat besar. Kedalaman laut dan aliran arus yang tenang menjadikan taman bawah laut sekitar Menjangan adalah tempat hidup bagi ikan Tuna, gerombolan Jackfish (dari Famili Carangidae, red.), Angelfish (dari Famili Pomacanthidae, red.), beragam jenis penyu, hingga hiu karang. Jika para penelusur beruntung maka akan dapat melihat penyu, lumba-lumba dan juga whale shark.

Pulau Menjangan sendiri merupakan pulau yang tak berpenghuni, maka saat para penelusur kesana diharapkan untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan. Diantaranya yaitu makanan dan minuman yang cukup, pakaian ganti, sunblock, obat – obatan pribadi, dan juga berbagai kebutuhan yang lainnya. Untuk alat snorkeling dan juga diving, para penelusur dapat menyewanya di resort terdekat sebelum menuju ke Pulau Menjangan.

Sebagai pulau tak berpenghuni, Pulau Menjangan tidak memiliki akomodasi berupa penginapan, restoran, toko, dan lainnya. Untuk kebutuhan akomodasi tersedia di pulau-pulau terdekat di sekitar kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) atau di sekitar Pemuteran.

Salah satunya adalah The Menjangan Resort yang merupakan  tempat dengan akomodasi dan fasilitas terlengkap bagi wisatawan. Resort yang menempati lahan seluas 382 hektar ini terdiri dari sejumlah kamar penginapan, villa, dan berbagai fasilitas pendukung lainnya.

telusurindonesia.com

Taman Nasional Baluran

Published on July 8, 2015 under Blog
Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Baluran merupakan perwakilan ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Sekitar 40 persen tipe vegetasi savana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran.

Tumbuhan yang ada di taman nasional ini sebanyak 444 jenis, diantaranya terdapat tumbuhan asli yang khas dan menarik yaitu widoro bukol (Ziziphus rotundifolia), mimba (Azadirachta indica), dan pilang (Acacia leucophloea). Widoro bukol, mimba, dan pilang merupakan tumbuhan yang mampu beradaptasi dalam kondisi yang sangat kering (masih kelihatan hijau), walaupun tumbuhan lainnya sudah layu dan mengering.
Tumbuhan yang lain seperti asam (Tamarindus indica), gadung (Dioscorea hispida), kemiri (Aleurites moluccana), gebang (Corypha utan), api-api (Avicennia sp.), kendal (Cordia obliqua), manting (Syzygium polyanthum), dan kepuh (Sterculia foetida).

Terdapat 26 jenis mamalia diantaranya banteng (Bos javanicus javanicus), kerbau liar (Bubalus bubalis), ajag (Cuon alpinus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus melas), kancil (Tragulus javanicus pelandoc), dan kucing bakau (Prionailurus viverrinus).

Satwa banteng merupakan maskot/ciri khas dari Taman Nasional Baluran.

Selain itu, terdapat sekitar 155 jenis burung diantaranya termasuk yang langka seperti layang-layang api (Hirundo rustica), tuwuk/tuwur asia (Eudynamys scolopacea), burung merak (Pavo muticus), ayam hutan merah (Gallus gallus), kangkareng (Anthracoceros convecus), rangkong (Buceros rhinoceros), dan bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus).

Hutan yang selalu hijau sepanjang tahun

Pada Hm. 80 Batangan – Bekol , terdapat sumur tua yang menjadi legenda masyarakat sekitar. Legenda tersebut menceritakan bahwa kota Banyuwangi, Bali dan Baluran sama-sama menggali sumur. Apabila, sumur di masing-masing kota tersebut lebih dahulu mengeluarkan air dan mengibarkan bendera, berarti kota tersebut akan merupakan sentral keramaian/ kebudayaan.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Batangan. Melihat peninggalan sejarah/situs berupa goa Jepang, makam putra Maulana Malik Ibrahim, atraksi tarian burung merak pada musim kawin antara bulan Oktober/November dan berkemah. Fasilitas: pusat informasi dan bumi perkemahan.
Bekol dan Semiang. Pengamatan satwa seperti ayam hutan, merak, rusa, kijang, banteng, kerbau liar, burung.
Fasilitas yang ada: wisma peneliti, wisma tamu, menara pandang.
Bama, Balanan, Bilik. Wisata bahari, memancing, menyelam/snorkeling, dan perkelahian antara rusa jantan pada bulan Juli/Agustus; dan sekawanan kera abu-abu yang memancing kepiting/rajungan dengan ekornya pada saat air laut surut.
Manting, Air Kacip. Sumber air yang tidak pernah kering sepanjang tahun, habitat macan tutul.
Popongan, Sejile, Sirontoh, Kalitopo. Bersampan di laut yang tenang, melihat berbagai jenis ikan hias, pengamatan burung migran.
Curah Tangis. Kegiatan panjat tebing setinggi 10-30 meter, dengan kemiringan sampai 85%.
Candi Bang, Labuan Merak, Kramat. Wisata budaya.

Musim kunjungan terbaik: bulan Maret s/d Agustus setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi: Banyuwangi-Batangan dengan jarak 35 km, yang dilanjutkan ke Bekol dengan waktu 45 menit (12 km) atau Situbondo-Batangan dengan jarak 60 km menggunakan mobil.