FOLLOW YUK !
0821-3665-3479

info pendakian semeru

PENGUMUMAN PEMBUKAAN PENDAKIAN G SEMERU

Published on April 22, 2017 under Opentrip Gunung Semeru
PENGUMUMAN PEMBUKAAN PENDAKIAN G SEMERU

Gunung Semeru memiliki ketinggian 3.676 mdpl dengan suhu udara di puncak antara 0-4°C, suhu udara rata-rata 3-8°C pada malam hari dan dini hari sedangkan pada siang hari 15-21°C. Selama Tahun 2017 jalur pendakian ditutup dalam rangka pemulihan ekosistem pada tanggal 4 Januari hingga 4 April 2017. Sebelum pembukaan pendakian pada tanggal 5 April 2017, dilakukan pembersihan jalur pendakian tanggal 20-26 Maret 2017 dan rapat koordinasi pembukaan jalur pendakian Gunung Semeru tanggal 03 April 2017 sebagai tahapan persiapan yang nantinya digunakan sebagai bahan masukan, acuan dan dasar dalam pembukaan pendakian. Pembersihan jalur pendakian bertujuan agar pendaki merasa aman dan nyaman ketika melakukan pendakian. Petugas melakukan pemotongan batang pohon yang menutup jalur pendakian, membersihkan rumput yang tumbuh tinggi di sepanjang jalur, mengukur tinggi muka air danau Ranu Kumbolo yang mengalami peningkatan hingga mendekati pondok pendaki dan memberi tanda atau rambu disepanjang jalur agar pendaki tidak tersesat dan berhati-hati selama pendakian.

Per 1 Desember, Jalur Pendakian ke Gunung Semeru Dibuka Lagi

Published on November 30, 2015 under Pendakian Gunung Semeru
Per 1 Desember, Jalur Pendakian ke Gunung Semeru Dibuka Lagi

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru akan membuka kembali jalur pendakian Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut pada 1 Desember ini. Pembukaan ini pertama kalinya setelah kebakaran yang melanda jalur pendakian itu.

“Jalur pendakian Semeru akan dibuka selama satu bulan yakni 1 Desember hingga 4 Januari 2016,” kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Ayu Dewi Utari saat dihubungi Antara dari Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (28/11/2015).

Menurutnya, petugas sudah membersihkan jalur pendakian Gunung Semeru sambil memperbaiki dan mengecek kondisi di lapangan setelah kebakaran yang menghanguskan 440 hektare kawasan setempat pada Oktober lalu.

“Setelah dilakukan pembersihan jalur dan pengecekan sejumlah rambu, maka jalur pendakian Semeru dinyatakan aman untuk dikunjungi para pendaki,” katanya.

Selama jalur pendakian dibuka, lanjut dia, petugas akan berjaga di jalur pos 3 Waturejeng terutama di titik longsor yang disebabkan kebakaran beberapa waktu lalu.

“Pendaki diimbau berhati-hati pada jalur Pos 3 karena kondisi jalur yang rawan longsor dan petugas membuat jalur pendakian yang berbeda dari jalur sebelumnya di Waturejeng,” tuturnya.

Ia menegaskan batas pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut hanya di Kalimati, sehingga para pendaki tidak boleh menerobos dan nekat ke puncak Semeru (Mahameru) karena berbahaya.

“Pendaki juga harus menyiapkan perlengkapan pendakian yang memadai mengingat hujan sudah turun merata di lereng Gunung Semeru dan suhu udara di sana 5-15 derajat celcius,” paparnya.

Ayu mengatakan jalur pendakian Semeru dibuka hanya sebulan karena pihak TNBTS akan menutup kembali pada 5 Januari 2016 untuk pemulihan ekosistem kawasan gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang-Malang tersebut.

Jalur pendakian Gunung Semeru sempat ditutup sementara sejak 22 Oktober karena kebakaran di Pos 3 Waturejeng yang disebabkan kelalaian pendaki yang tidak memadamkan api dengan sempurna usai membuat api unggun.
UWA