Naik Gunung Bisa Bermanfaat Bagi Kesehatan Jiwa Lho!
4 April 2017 524x wisata gunung
Hobi naik gunung? Jangan sekadar untuk berkemah, jalan-jalan atau menikmati suasana alam. Pakar menyebut manfaat naik gunung sangat besar bagi kesehatan jiwa.
Khalila Archer dari Inward Bound Mindfulness Education, mengatakan naik gunung memiliki manfaat seperti meditasi bagi kesehatan. Naik gunung memberikan pengalaman baru dan membuat seseorang memahami bahwa ada hal-hal lain yang lebih besar daripada diri mereka sendiri.
“Saya sendiri sangat mudah terjebak dalam lamunan saat mendaki gunung. Dengan naik gunung, Anda mendapatkan manfaat meditasi sekaligus pemahaman baru soal alam,” tutur Archer, dikutip dari NY Times.
Baca juga: Studi: Jalan-jalan di Sekitar Pepohonan Tingkatkan Kesehatan Otak
Memang dikatakan Archer bagi pemula, naik gunung bisa terasa sangat melelahkan. Namun dengan pikiran yang jernih dan tempo perjalanan yang tidak terlalu cepat, manfaat ketenangan saat mendaki gunung bisa didapat.
Dikatakan Archer, naik gunung bisa mempertajam kesadaran Anda, dengan tidak memfokuskan diri pada rasa letih dan capai, namun kepada sensasi yang dirasakan. Contohnya:
– Apa yang Anda sentuh selama perjalanan?
– Bau apa yang menarik perhatian Anda?
– Pemandangan apa yang menurut Anda pantas dikagumi?
– Suara apa yang Anda dengar?
Dengan memaksimalkan sensasi yang dirasakan, Archer mengatakan rasa letih dan capai tidak akan terasa. Langkahkan kaki dengan nyaman, tidak usah terlalu cepat sembari memaksimalkan seluruh sensasi yang Anda rasakan.
“Jika perlu, berhenti dan apresiasi apa saja yang ada di sekitar Anda. Ketika memulai perjalanan, ketika beristirahat maupun ketika mencapai puncak,” papar Archer, sembari menyebut sensasi mencapai puncak akan membawa kepuasan tersendiri bagi jiwa.
Di Australia, sejumlah relawan yang tergabung dalam Fly Program melakukan program naik gunung untuk mengatasi depresi. Matt Triplet, salah satu penggagasnya, mengatakan naik gunung merupakan salah satu cara ampuh mengatasi masalah gangguan kejiwaan.
Pesertanya tak hanya yang mengidap depresi, tetapi juga post-traumatic stress disorder (PTSD) dan mereka yang pernah terpikir untuk bunuh diri. Menghabiskan waktu di alam terbuka, menurut Tripet, dapat memberikan manfaat bagi kondisi psikis seseorang, dan ini sudah dibuktikan oleh banyak studi.
“Ketika itulah kami ajak mereka bicara tentang banyak hal. Tidak hanya yang terjadi sehari-hari, tetapi sesuatu yang berdampak pada mereka atau mungkin yang memicu depresi mereka,” jelas Tripet.
sumber : detik.com
Mungkin Anda tertarik membaca artikel berikut ini.
Kota Lama Semarang Kawasan Bersejarah
Menyelusuri Keindahan dan Sejarah Kota Lama Semarang Kota Lama Semarang, atau yang dikenal juga sebagai “Oudstadt” oleh orang Belanda, adalah kawasan bersejarah yang memadukan gaya arsitektur Belanda, Cina, dan Jawa. Menjadi pusat perdagangan dan administrasi pada masa kolonial, Kota Lama Semarang memiliki banyak bangunan klasik yang masih berdir... selengkapnya
Transportasi Menuju Basecamp Gunung Merbabu: Petualangan di Puncak Jawa Tengah
Gunung Merbabu, yang terletak di Jawa Tengah, Indonesia, adalah salah satu destinasi pendakian populer bagi para pecinta alam dan pendaki gunung. Dengan pemandangan alam yang memukau dan keindahan panorama pegunungan, Merbabu menawarkan pengalaman petualangan yang tak terlupakan. Salah satu faktor penting dalam rencana pendakian adalah transportasi menuju ba... selengkapnya
Gunung Merbabu via Selo
Pengantar Mendaki Gunung Merbabu via Selo adalah salah satu pengalaman yang tidak boleh dilewatkan bagi para pecinta alam. Jalur ini tidak hanya menawarkan tantangan fisik, tetapi juga pemandangan alam yang luar biasa. Dari pintu masuk pendakian hingga puncak, berbagai macam flora dan fauna menghiasi perjalanan, membuat setiap langkah terasa seperti petualan... selengkapnya
Kontak Kami
Apabila ada yang ditanyakan, silahkan hubungi kami melalui kontak di bawah ini.
-
Hotline
085741936193 -
Whatsapp
085741936193 -
Messenger
Temangngetrip -
Email
temanngetrip@gmail.com







Belum ada komentar